Wednesday, March 7, 2018

Buku Anak Gerakan Literasi Nasional Propinsi Jawa Barat 2017: Imah Nini Amih

Ini adalah cerita saya kedua yang dinyatakan sbagai pemenang Sayembara Penulisan Buku Bacaan Anak dalam rangka Gerakan Literasi Nasional Propinsi Jawa Barat 2017. Naskah ini pun ditulis sebagai cerita fiksi dengan tema arsitektur tradisional Sunda.

Buku ini berisi 4 naskah yang bertema sama dengan 2 cerita fiksi dan 2 naskah non fiksi. Semua naskah menceritakan tentang rumah panggung sebagai rumah tradisional suku Sunda Jawa Barat.
Judul buku ini diambil dari salah satu naskah di dalam buku: Mengenal Rumah Tradisional Suku Sunda, yang ditulis oleh Erni Budhi Purwaningrum. Cerita saya yang berjudul Imah Nini Amih ditempatkan sebagai cerita kdua dari buku ini.

Idenya tentu saja, ingin menyajikan kelebihan dari rumah panggung yang kian hari semakin langka digantikan dengan rumah-rumah berdinding tembok. Dengan sudut pandang tokoh si Imah (dalam bahasa Indonesia artinya rumah), ia menceritakan apa yang dialaminya dari semenjak dibangun sampai tak ada lagi yang menempatinya.

Lebih lengkapnya, silakan untuk yang berminat membaca cerita ini, saya posting satu cerita utuh...
Selamat membaca... :)












Hal 18-19


Hal 20-21


Hal 22-23


Hal 24-25


Hal 26-27


Hal 28-29


Hal 30-31 (Tamat)
















 

Tuesday, March 6, 2018

Buku Anak Gerakan Literasi Nasional Propinsi Jawa Barat 2017: Ki Begik Penjaga Sawah

Alhamdulillah di bulan Maret terima bukti terbit buku dari Balai Bahasa Jawa Barat sebagai salah satu pemenang Sayembara Penulisan Buku Bacaan Anak dalam rangka Gerakan Literasi Nasional 2017.

Senangnya, judul cerita saya dijadikan cover buku yang didalamnya terdiri dari 4 cerita dari 3 penulis lainnya. Kempat ceritanya merupakan cerita fiksi dengan tema perubahan Lansekap desa ke kota.

Untuk distribusinya, saya sendiri kurang paham informasinya, apakah disebar di perpustakaan SD atau SMP. Panitia penyelengara lomba dalam hal ini Balai Bahasa Jawa Barat tidak menginformasikan hal tersebut pada para pemenang. Padahal beberapa teman sempat menanyakan info terkait distribusi.

Semoga cerpen ini bisa tersebar di banyak perpustakaan sekolah khususnya di Jawa Barat, sehingga bisa dibaca dan mengispirasi siswa atau pembacanya. Aamin...

Berikut saya posting cerita lengkap cerpen Ki Begik Pejaga Sawah... Selamat Membaca...







Halaman 1


Halaman 2-3


Halaman 4-5


Halaman 6-7


Halaman 8-9


Halaman 10-11


Halaman 12-13


Halaman 14-15


Halaman 16-17 (Tamat)











Thursday, February 1, 2018

Buku Anak: Kumpulan Kisah 'Pesan dari Luar Angkasa' - Penerbit M&C Gramedia

Yeaaay lahiran buku baru. Spesial! Karena ini buku duet sama mbarep saya. Isinya kumpulan cerita anak-anak yang cerdik dan baik hati. Dengan sentuhan editor, mbak Karyna Pramesthi, naskah ini berubah bentuk menjadi light novel, atau buku bacaan ringan yang asyik dibaca di waktu santai. Terima kasih mbak Karyn dan Penerbit M&C Gramedia... 😍






Kok bisa jadi buku duet?
Jadi awalnya, saya melihat ada flyer Penerbit M&C yang sedang mencari naskah cerita anak. Kebetulan di folder ada stock naskah belum terkirim kemana-mana. Saya kirimkanlah naskah itu. Begitupun mbarep saya. Oh iya, flyer itu beredar sekitar akhir 2015.




Waktu itu saya hanya punya bayangan kalau penerbit M&C ini hanya menerbitkan komik terjemahan Jepang. Ternyata, Penerbit ini akan membuka lini buku anak untuk penulis buku Indonesia.

Tiga bulan kemudian, saya mendapat email dari redaksi M&C kalau naskah saya lolos dan akan dibukukan. Alhamdulillah naskah mbarep saya pun begitu. Saat saya membalas email redaksi, saya kabarkan kalau saya dan si mbarep adalah anak dan ibu. Akhirnya redaksi meminta saya untuk membuat buku duet dengan menambahkan 8 cerita lagi untuk dibuat satu buku. Dalam waktu sekitar satu bulan, saya coba selesaikan menulis tujuh cerita berikutnya dan si mbarep hanya bisa menyelesaikan satu cerita tambahan (karena waktu itu bersamaan dengan jadwal UAS).

Akhir tahun 2017, mejenglah buku Pesan dari Luar Angkasa ini di toko buku Gramedia. Ini dia penampakannya..


 


Diintip yuk, ada apa aja sih di dalamnya?

Ini dia blurb nya plus daftar isi buku... Buku ini ditujukan untuk anak-anak usia 8th+, sekitar kelas 2 ke atas.  

                                        


Cerita pertama di buku ini adalah cerita yang paling saya suka. Judulnya Sebening Suara Sebening Hati. Bercerita tentang seorang anak berbakat menyanyi dan diajak oleh kakak sepupunya untuk mengikuti audisi lomba menyanyi tingkat nasional. Ia pun berlatih keras. Namun saat lomba akan dimulai, ia menemukan sebuah kejutan yang membuatnya marah, sedih, haru, bercampur aduk... Kira-kira apa hayo kejutannya? 

Judul cerita favorit kedua saya, sama dengan judul bukunya... Mengisahkan seorang anak baru di komplek perumahan bernama Ojan, yang bertemu dengan seorang teman yang sangat aneh! Aneh karena mirip dengan ALIEN... Apa? Alien? Iyaa... mahluk luar angkasa. Bukan hanya penampakan wajahnya saja yang mirip alien, tapi apa yang dibicarakannya juga semua tentang luar angkasa. Ia bahkan mengatakan kalau Ojan adalah sang pembawa pesan dari Raja Centaur untuk planet biru yang mereka tempati. Whohoho... Ojan bingung, maksudnya apa ya? Namun, setelah temannya anak alien itu melakukan sesuatu, Ojan jadi mengerti apa arti kata-katanya... 




Nah, salah satu cerita si Mbarep, berkisah tentang Kantin Kejujuran. Dimana seorang anak menemukan sahabatnya tidak membayar makanan yang dibelinya di kantin kejujuran. Ia bingung bagaimana mengingatkan sahabatnya itu. Sampai suatu kali, ia terpaksa mengatakan sesuatu pada ibu gurunya. Waduh... apa yang ia katakan pada ibu gurunya ya? Mungkinkah persahabatan mereka putus setelah itu? 




Yuk... yuk... yang penasaran, segera dicari bukunya di toko buku Gramedia. Di toko online juga banyak di jual kok, bahkan ada diskonnya sampai 20%, lumayan kan... 


    


Kalaupun mau memesan ke penulisnya langsung, boleh banget kok... bonus tanda tangan penulisnya hehehe... Boleh via inbox facebook Ruri Irawati, IG ruriiraw, atau email ruri.irawati@gmail.com.

Buat temen-temen kecil yang sudah pesan, beli dan baca buku ini, terima kasih banyak yaa... 



Ayo... ditunggu teman-teman lainnya membaca dan mengoleksi buku ini... Nggak bakal nyesel deh...

Selamat membaca... :)


  




Sunday, January 28, 2018

Cernak Majalah Bobo Ed.41 tahun 2018: Bapakku Tukang Sampah

Cerita ini adalah mengeksekusi ide tentang seseorang yang saya kenal. Apa yang dikerjakannya, walaupun tidak besar, namun memberikan banyak manfaat dan menginspirasi banyak orang.

Terima kasih redaksi Majalah Bobo yang sudah memilih cerita ini sehingga dapat dibaca oleh anak-anak Indonesia...  


Ilustrator: Dhian



Majalah Bobo Edisi 41, terbit 18 Januari 2018

Thursday, January 25, 2018

Resensi Buku dimuat di Harian Kabar Madura 08 Januari 2018: Manumbuhkan Nilai Kasih Sayang Anak Usia Dini

Mencoba membuat resensi buku balita yang ceritanya sederhana hanya terdiri dari 20 halaman... Buku ini jadi buku favorit bungsu saya yang masih balita. Walaupun belum mengerti huruf, dia senang sekali bolak balik lembaran buku dan menceritakan gambar di dalamnya...

Alhamdulillah resensinya dimuat di Harian Kabar Madura, 08 Januari 2018



Saturday, December 30, 2017

Cernak Majalah Bobo Ed. 37 th.2017: Si Jaduk

Cernak ini ditulis saat masih belajar di kelas Merah Jambu dengan tema deskripsi tempat.
Ide yang sempat terpikir adalah tempat wisata. Nah, saat berwisata murah meriah dengan anak-anak, memberi makan rusa di istana Bogor, ada satu rusa yang sama sekali tak tertarik disodori wortel. Mungin rusa itu sudah kekenyangan... Tapi idenya saya buat cerita tentang rusa yang sombong bernama Jaduk, si rusa bertanduk hebat!

Alhamdulillah, setelah beberapa lama menunggu, munculah ilustrasi Jaduk di majalah kesayangan anak-anak... Majalah Bobo Edisi 37 tahun 2017. Terima kasih buat kakak editor dan kakak ilustratornya...

Ini dia penampakan si rusa bertanduk hebat...


Majalah Bobo Edisi 37 tahun 2017




Monday, December 25, 2017

Cermis Majalah Bobo Ed. 36 th.2017: Bel Hantu di Gudang Kosong

Yuhuuu... Cermis kedua saya tayang di Majalah Bobo...
Judulnya sih lumayan serem, ada hantu-hantunya gitu. Tapi ceritanya logis kok... Bisa dipahami oleh anak-anak. Apalagi anak-anak yang suka dengan pelajaran sains... :D

Idenya didapat dari cerita suami waktu kecil dulu. Setiap pulang ngaji, dia selalu lari terbirit-birit ketakutan mendengar suara drum kosong yang selalu berbunyi sendiri. Tapi lama kelamaan, akhirnya dia menyadari, kalau suara itu bukanlah suara hantu yang seperti ia bayangkan.
Ketik ketik ketik... saya tulis ceritanya dengan seting lain ditambah bumbu misteri...

Jadilah cerita ini tayang di Majalah Bobo (terbit 14 Desember 2017) dan dapat dinikmati oleh pembaca anak-anak di Indonesia. Terima kasih redaksi Majalah Bobo... :)

Oh iya, cerita ini tambah terasa seram dengan hiasan ilustrasi oleh Kak Dhian...



Ilustrator : Dhian




Majalah Bobo Edisi 36 tahun 2017



Tuesday, November 7, 2017

Resensi Buku dimuat di Harian Singgalang 5 november 2017: Kekuatan Cinta untuk Sang Bunda

Buku Aku Sayang Bunda ini, memang sudah lama saya cari dari beberapa tahun yang lalu. Semenjak belajar menulis di kelas merah jambu, mbak Nurhayati Pujiastuti sudah menyebut judul ini. Teman-teman lain pun menyebut buku ini ceritanya direkomendasikan untuk belajar menulis cerita anak. Tapi sayang, bukunya sudah tidak lagi beredar di pasaran.

Beberapa bulan yl, tidak sengaja saya melihat cover buku ini muncul lagi di status FB Penerbit Indiva. Saya coba ajukan permintaan reward dari resensi buku Indiva yang lain. Dan, alhamdulillah... terima kasih kakak Indiva sudah mengirim buku Aku Sayang Bunda dan Zia Anak Hebat karya Kak Linda Satibi, ke rumah saya.

Dan memang tidak salah... Buku ini cocok sekali untuk direkomendasikan.... Berikut resensinya...



Kekuatan Cinta untuk Sang Bunda

 

Judul               :  Aku Sayang Bunda
Penulis             :  Nurhayati Pujiastuti
Penyunting      :  Ririen Djoemadi
Penerbit           :  Penerbit Lintang Indiva
Tahun              :  Cetakan 4 - Desember, 2016
Tebal               :  96 halaman
ISBN               :  978-602-8277-36-5

            Bagi sebagian anak, sosok ibu tiri masih dianggap sebagai sosok yang menyeramkan. Cerita-cerita tentang sosok ibu tiri yang kejam, begitu melekat di benak anak-anak. Padahal tak semua ibu tiri memperlakukan anak-anaknya dengan tidak baik. Salah satunya ibu tiri yang merawat Nayla.
            Awalnya Nayla tak percaya akan cerita Wati, temannya, yang mengatakan kalau bundanya sekarang bukanlah bunda betulan (halaman 7). Nayla yakin, bundanya terlalu baik untuk menjadi seorang ibu tiri. Tapi setelah mencari tahu, Nayla mendapati bahwa ia memang mempunyai bunda lain, selain bunda yang kini tinggal bersama dan merawatnya. Bunda betulan, bunda yang mengandung dan melahirkannya.
            Cerita terus bergulir. Nayla mencoba mencari keberadaan bunda betulannya. Nayla akhirnya mengetahui kalau ternyata bunda betulannya adalah seseorang yang berpenyakit jiwa. Bundanya harus selalu dikurung karena sering mengamuk, berteriak dan melotot menyeramkan. Bahkan bundanya itu menjadi bahan ejekan anak-anak, sehingga membuat Nayla menangis. Dan yang menyedihkan, neneknya bahkan tak mau memberikan pengobatan untuk bundanya. Walaupun takut dan malu, tapi sebagai seorang anak Nayla juga ingin membantu sang bunda. Dengan kemampuan Nayla sebagai seorang anak-anak, ia berusaha untuk membuat sang bunda untuk mendapatkan pengobatan yang layak (halaman 60).
            Tak banyak kita temui buku yang berkisah dengan tema masalah berat yang dihadapi oleh seorang anak, seperti masalah yang dihadapi oleh Nayla. Bagi seorang anak, mengetahui memiliki ibu kandung yang berpenyakit jiwa tentu bukanlah perkara mudah. Namun penulis cerita, Nurhayati Pujiastuti, mampu mengemas kisah yang berat itu menjadi sebuah kisah yang inspiratif untuk anak-anak.
            Novel fiksi anak ini, ceritanya mengalir lincah. Di setiap akhir bab selalu ada bagian cerita yang membuat penasaran untuk membuka bab selanjutnya. Di akhir cerita, pembaca dapat menangkap banyak pesan. Diantaranya, bahwa anggapan umum tentang ibu tiri belumlah tentu benar. Dan pesan yang paling inspiratif adalah, bahwa setiap anak punya kekuatan untuk bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya walau berat sekalipun. Kekuatan itu berasal dari dalam hati berupa rasa kasih sayang.
            Tak heran jika novel anak islami ini menjadi pemenang cerita fiksi anak terbaik IKAPI IBF (Islamic Book Fair) tahun 2012. Novel ini terus dicetak ulang dari tahun pertama penerbitan 2012 sampai sekarang mencapai cetakan ke-empat. Oleh karenanya, novel ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Selamat membaca…
             


 

Saturday, September 30, 2017

Buku: Kumpulan Cerpen PBA - Kebun di Atas Awan


Buku ini adalah buku kedua dari Kumpulan Cerpen PBA dimana saya ikut berkontribusi naskah di dalamnya. Tema dari buku ini adalah tentang Lingkungan. Kak Nelfi Syafrina menjadi PJ dari naskah buku ini. Judul naskah "Kebun di Atas Awan" dijadikan judul cover buku ini.



Bangga rasanya naskah saya bisa satu buku dengan naskah-naskah penulis bacaan anak lainnya. Sebut saja ada Kak Tethy Ezokanzo, Kak Ruwi Meita, Kak Linda Satibi, Kak Lina Lina, Kak Yosep Rustandi, Kak Fransisca Emilia, Kak Yudadi, Kak Rosiana, Kak Karunia Sylviany, Kak Ratna Puji Lestari, Kak Ami Susiani, Kak Mudrikah, Kak Putri Nurbaiti, Kak Zahra Qomara, Kak Aulia Manaf, Kak Irma Februantini, Kak Abu, dan penulis cilik Kak M. Rafidh. Keseluruhannya ada 20 cerita anak yang asyik untuk dibaca dan sarat akan pesan terhadap lingkungan.

Cerita anak yang saya tulis, berjudul Misteri Hutan Keramat. Berupa dongeng dengan setting hutan dan desa di pinggirnya di jaman dahulu kala. Oleh penduduk desa, hutan itu dikeramatkan, karena telah membawa korban. Masuk kedalam gelapnya hutan, namun tak pernah bisa kembali pulang ke desa. Namun suatu hari, datang seorang pengembara yang tak mengenal rasa takut. Pengembara itu lalu memutuskan ingin memasuki hutan keramat untuk mengetahui mengapa hutan itu menelan korban.

Penasaran kan, apakah pengembara itu bisa kembali pulang ke desa? Apakah ia menemukan rahasia di balik hutan keramat itu? Kira-kira apa ya rahasianya?




Naskah di dalam buku ini banyak diilustrasi oleh mantox studio. Juga beberapa ilustrator lainnya. Ilustrasinya keren-keren. Terimakasih Kang Maman Mantox untuk ilusrasi kerennya...

Yuk yang penasaran untu membaca buku ini, silakan pesan ke penerbitnya bitread. Ini link nya
http://bitread.id/book_module/book/view/842/kebun_di_atas_awan/


#Yukmembaca
#KumcerPBA



Buku: Kumpulan Cerpen PBA - Surat dari Rumah Akasia


Alhamdulillah bulan September 2017 ini, saya menerima paket dari Penerbit Bitread. Isinya, buku-buku Kumpulan Cerpen dari komunitas Penulis Bacaan Anak (PBA). Saya memesan 4 judul buku. Tapi 2 judul buku diantaranya lebih spesial buat saya… Buku yang berjudul Surat dari Rumah Akasia dan Kebun di Atas Awan.




Kenapa buku Surat dari Rumah Akasia menjadi spesial?

Pertama, karena itu adalah karya pertama saat saya mulai belajar menulis cerita anak dan akhirnya terseleksi untuk dibukukan oleh PBA. 

Kedua, karena melalui naskah itu saya bisa sebuku dengan anak saya si mbarep Rubee Putri, dan satu buku dengan dua teman seperjuangan di kelas Merah Jambu, mbak Kalya Inovie dan mbak Husna Ilyas.




Ketiga, bisa satu buku dengan penulis-penulis cerita anak yang namanya sudah sering didengar di media atau dilihat di toko-toko buku, seperti Kang Iwok Abary, Rh.Mandala, Yulina Trihaningsih, dan penulis-penulis keren lainnya. Jadi, isi ceritanya pun nggak diragukan… bagus-bagus! Apalagi cerita didalamnya bertemakan Bermain di Lapangan. Sudah pasti, pembaca bakal menemukan banyak keseruan dalam cerita-cerita di buku ini.

Naskah saya di buku ini berjudul Radit dan Ladang Jagung. Bercerita tentang anak-anak dengan grup futsalnya yang akan berkompetisi di tingkat kota. Mereka mempunyai seorang pemain kunci yang bisa membawa grup futsalnya memperoleh kemenangan. Penasaran nggak, apa hubungannya antara pemain kunci, ladang jagung, zombi dan kemenangan grup futsal mereka?





Ada lagi cerita yang saya suka, berjudul Aksi Dudit karya Kak Iwok Abqary. Bercerita tentang si Dudit yang meminta teman-temannya berkumpul di suatu tempat. Tapi sayangnya, Dudit tak mengatakan untuk apa teman-temannya diminta berkumpul. Ada yang menebak, kalau Dudit akan membawa permainan baru, ada juga yang menebak Dudit akan mengenalkan teman baru. Sampai akhirnya salah satu temannya bisa menebak saat Dudit datang dengan membawa kantong plastik hitam besar ditangannya. Kira-kira apa ya yang akan dilakukan Dudit? Cerita ini memancing penasaran pembaca untuk mengetahui apa yang ingin dilakukan Dudit bersama teman-temannya.

Cerita unik kak Rh.Mandala, tak kalah unik. Bercerita tentang Ide-Ide Aneh Andit yang bisa membuat pembaca terkejut. Cerita Mata Hantu karya Kak Wahyu Annisha, cerita seram tentang anak-anak memecahkan misteri mata merah yang mereka lihat saat menangkap kunang-kunang. Cerita kakak adik yang bingung mau main apa yang bisa dilakukan bersama-sama karya si mbarep Rubee Putri. Cerita tentang keseruan tinggal di dalam hutan akasia jauh dari keramaian, karya Kak Onie Daulat. Dan kesemua cerita, diilustrasi oleh ilustrator buku bacaan anak yang menjadi anggota PBA juga.

Yuk jangan ketinggalan baca buku ini… Bisa  langsung pesan ke penerbitnya ya…
Ini alamatnya: http://bitread.id/book_module/book/view/813/surat_dari_rumah_akasia_1

Selamat Membaca… J

Thursday, September 28, 2017

Cernak Majalah Bobo No. 24 th. 2017: Bebek Kemping

Whoaaa... setelah sekian lamanya nggak disapa Majalah Bobo, Alhamdulillah naskah saya akhirnya mejeng juga. Judulnya Bebek Kemping.

Sebetulnya ide cerita ini adalah oleh-oleh dari pulang kampung ke rumah mbahnya. Pas jalan-jalan ke pematang sawah, dari kejauhan tengah sawah ada yang memasang tenda biru. Bingung dong buat apa? Masak iya ada acara kondangan tenda biru ada di tengah sawah... hihihi...  Terus yang keluar masuk tenda itu, rombongan bebek yang bergerak berduyun-duyun. Ternyata pas dijelasin, tenda itu adalah kandangnya bebek yang bisa dibuat berpindah-pindah. Orang-orang sana menyebutnya Bebek Kemping.

Bebek Kemping sepertinya lucu kalau dijadikan judul cerita. Ketik ketik ketik, jadilah cerita berjudul Bebek Kemping. Naskah ini diilustrasi oleh Kak Jenny.

Yuk simak ceritanya.. :)




Wednesday, August 16, 2017

Resensi Buku dimuat di Harian Singgalang 13 Agustus 2017: Teladan dari Kisah Masa Kecil Nabi dan Rasul

Buku ini sudah dapat tanda tangan dari penulisnya langsung, Kang Iwok Abqary. Walapun pertama kali dicetak tahun 2010, tapi di tahun ini kembali cetak ulang. Itu pasti karena buku ini banyak manfaatnya untuk anak-anak. Membuka wawasan krucil-krucil di rumah, tentang sejarah masa kecil Nabi dan Rasul.

Berikut, isi resensinya. Dimuat di Harian Singgalang 13 Agustus 2017
Mau tahu lebih detail isi bukunya? Yuk dicari di rak buku anak di toko-toko buku...
Selamat membaca :)


  


Teladan dari Kisah Masa Kecil Nabi dan Rasul

  

Judul               :  Masa Kecil Nabi dan Rasul
Penulis             :  Ridwan Abqary
Penyunting      :  Ridwan Fauzy, Yuni Mulyawati dan Rangga Saputra
Penerbit           :  Dar! Mizan
Tahun              :  Cetakan I,  Maret 2017
Tebal               :  116 halaman
ISBN               :  978-602-420- 100-5

            Setiap orang besar pasti memiliki masa kecil. Tak terkecuali orang-orang pilihan Allah seperti Nabi dan Rasul. Dan sebagai orang-orang terpilih, masa kecil Nabi dan Rasul pun tentu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masa kecil orang-orang biasa.
            Dalam buku Masa kecil Nabi dan Rasul, merangkum 9 kisah yang dialami oleh Nabi dan Rasul semasa kecilnya. Salah satunya adalah kisah masa kecil Nabi Ibrahim A.S yang dilahirkan pada jaman kekejaman Raja Namrud. Nabi Ibrahim lahir dan besar di sebuah goa yang tersembunyi, karena Raja Namrud tak ingin ada seorang bayi laki-laki pun yang terlahir di wilayah kerajaannya. Dalam keadaan bayi yang baru berumur beberapa hari, Ibrahim harus berpisah dari kedua orang tuanya dan tinggal sendiri di dalam goa. Namun, atas kuasa-Nya, Allah memberikan mujikzat pada Nabi Ibrahim melalui air susu yang memancar dari ibu jarinya (halaman 15). Ia tumbuh besar dan selamat dari kekejaman Raja Namrud.
            Saat Nabi Ibrahim mulai beranjak besar, ia mulai bertanya-tanya tentang pekerjaan ayahnya sebagai pembuat berhala. Ia juga heran mengapa berhala buatan ayahnya, kemudian disembah oleh orang-orang yang membelinya. Ia sama sekali tidak menyakini kalau berhala-berhala itu adalah Tuhan seperti yang orang-orang katakan (halaman 23).
            Nabi Ibrahim kecil selalu berpikir bahwa Tuhan itu pasti ada. Ia terus mencari keberadaan Tuhan. Saat melihat bintang, bulan dan matahari, ia sempat mengira kalau itu adalah Tuhan. Namun saat malam berganti siang dan siang berganti malam, benda-beda langit itu pun menghilang dan berganti. Nabi Ibrahim kecil tak suka Tuhan yang menghilang. Ia menyadari kalau benda-benda itu pun bukanlah Tuhan. Pada akhirnya Allah SWT, membukakan hati Ibrahim dan memberi petunjuk agar tidak mempersekutukan Tuhan dengan ciptaan-Nya termasuk bumi dan langit (halaman 26).
            Begitupun dengan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Semenjak lahir, beliau tidak pernah disusui oleh ibunya. Beliau disusui dan dirawat oleh perempuan bernama Halimah As-Sa’diyyah. Saat berumur tiga tahun, Muhammad kecil mengalami kejadian yang tidak biasa. Dua orang laki-laki yang tak dikenal membawa Muhammad kecil. Halimah merasa cemas kalau-kalau Muhammad kecil dicelakai orang. Saat mencarinya, Halimah menemukan Muhammad kecil duduk di tengah lapang. Orang-orang di sekitar lapangan menceritakan kalau dua orang yang membawanya itu telah membuka atau membelah dada Muhammad. Untunglah Muhammad kecil masih selamat.
            Tak berapa lama, Halimah akhirnya mengetahui. Atas perintah Allah SWT, malaikat Jibril telah ditugaskan untuk membersihkan dan menyucikan hati Muhammad (halaman 110). Saat membuka dada Muhammad, malaikat Jibril membuang segumpal darah kotor dan mencuci jantungnya dengan air zamzam lalu dikembalikan ke tempat semula.
            Dari kisah-kisah diatas, dapat dilihat bahwa Allah telah mempersiapkan orang-orang yang terpilih untuk menjadi Nabi dan Rasul dari semenjak kecil. Atas kuasa-Nya mereka diberikan bekal, mujikzat bahkan ujian dan cobaan. Semenjak kanak-kanak, mereka sudah ditempa agar di saat dewasa siap untuk menjalankan tugas sebagai utusan Allah untuk menyampaikan wahyu bagi umatnya.
            Tentunya kisah-kisah masa kecil Nabi dan Rasul lainnya juga tak kalah menarik. Seperti masa kecil Nabi Ismail A.S yang akan dikurbankan, Nabi Yusuf A.S yang dijatuhkan ke sumur tua, Nabi Musa A.S yang dihanyutkan di sungai, Nabi Isa A.S yang mampu bicara ketika baru lahir, dan kisah-kisah masa kecil nabi lainnya.
            Dengan membaca kisah-kisah masa kecil Nabi dan Rasul di dalam buku ini, anak-anak dapat mengambil hikmahnya dan menjadikan teladan untuk mereka.          
           
Diresensi oleh Ruri Irawati, Pembaca dan Penulis Cerita Anak